Pengertian
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat bantu
dalam proses belajar mengajar. Hal ini digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau
ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan,
manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Komputer Sebagai Media Pembelajaran
Komputer memiliki fungsi yang
bisa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sebagai media pembelajaran.
Komputer dijadikan sebagai media pembelajaran karena beberapa alasan yaitu;
pengalaman, motivasi, meningkatkan pembelajaran, materi yang otentik, interaksi
yang lebih luas, lebih pribadi, tidak terpaku pada satu sumber, dan pemahaman
global.
Pembelajaran dengan media
komputer akan memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk belajar secara
dinamis, interaktif dan perorangan. Pembelajar tidak hanya menjadi pembelajar
yang pasif melainkan juga menjadi penentu pembelajaran bagi dirinya sendiri.
Pembelajaran dengan komputer akan membangkitkan motivasi yang tinggi karena
komputer selalu identik dengan kesenagan, permainan dan kreativitas. Terlebih
lagi dengan terhubungnya komputer dengan jaringan internet membantu pembelajar
dalam mendapatkan pengalaman yang lebih luas.
Bentuk-Bentuk
Penggunaan Komputer Dalam Pembelajaran
Media dalam pembelajaran memiliki
fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan pendidik.
Media juga berfungsi untuk pembelajran individual dimana kedududkan media
sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia). Beberapa bentuk
penggunaan komputer media yang dapat digunakan dalam pembelalajaran meliputi:
1. Penggunaan Multimedia Presentasi
Multimedia presentasi digunakan
untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis, digunakan dalam
pembelajran klasikal dengan group belajar yang cukup banyak di atas 50 orang.
Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector (LCD/Viewer)I
jangkauan pancar cukup besar. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua
unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu
kesatuan penyajian. Program ini dapat mengakomodasi peserta didik yang memiliki
tipe visual, auditif maupun kinestetik.
Hal ini didukung oleh teknologi
perangkat keras yang berkembang cukup lama, telah memberikankontribusi yang
sangat besar dalam kegiatan presentasi. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa
komputer menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya. Penggunaan
perangkat lunak perancang presentasi seperti Microsoft Power Point yang
dikembangkan oleh Microsoft Inc, Corel presentation yang dikembangkan oleh
Corel Inc, hingga perkembangan terbaru perangkat lunak yang dikembangkan Macromedia
Inc, menyebabkan kegiatan presentasi menjadi sangat mudah.
Berbagai perangkat lunak yang
memungkinkan presentasi telah banyak dikemas dalam bentuk multimedia yang
dinamis dan sangat menarik. Perkembangan perangkat lunak tersebut didukung oleh
perkembangan sejumlah perangkat keras penunjangnya. Salah satu produk yang
paling banyak memberikan pengaruh dalam penyajian bahan presentasi digital saat
ini adalah perkembangan monitor, kartu video, kartu audio serta perkembanga
proyektor digital (digital image projector) yang memungkinkan bahan presentasi
dapat disajikan secara digital untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai
kondisi dan situasi, serta ukuran ruang dan berbagai karakteristik audience.
Tentu saja hal ini menyebabkan perubahan besar pada trend metode presentasi
saat ini, dan dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan Teknologi Informasi dan
Komunikasi.
Pengolahan bahan presentasi dengan
menggunakan komputer tidak hanya untuk dipresentasi dengan menggunakan alat
presentasi digital dalam bentuk multimedia proyektor (seperti LCD, In-Focus dan
sejenisnya), melainkan juga dapat dipresentasikan melalui peralatan proyeksi
lainya seperti Over Head Projector (OHP) dan film slide projector yang sudah
lebih dahulu diproduksi. Sehingga lembaga atau instansi yang belum memiliki
perangkat alat presentasi digital akan tetapi telah memiliki kedua alat
tersebut, dapat memanfaatkan pengolahan bahan presentasi melalui komputer
secara maksimal. Dalam sudut pandang proses pembelajaran, presentasi merupakan
salah satu metode pembelajaran.
Penggunaannya yang menempati
frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang
dikembangkan, telah memberikan pengaruh yang sangat besar, bukan hanya pada
pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran, akan
tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir apda
bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan perubahan
tuntutan penyelenggaraan pembelajaran. Diantaranya tuntutan terhadap
peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru dalam mengolah bahan-bahan
pembelajaran ke dalam media presentasi yang berbasis komputer.
2. CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada
kegiatan belajar mengajar sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar
peserta didik terutama komputer. Sifat media ini selain interaktif juga bersifa
t multimedia terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound,
animasi, video, teks dan grafis. Penggunaan CD interaktif cocok untuk
mengajarkan suatu proses atau tahapan, misalnya penyerbukan pada tumbuhan,
teknik okulasi, pembelahan sel, proses respirasi, dsb
3. Video Pembelajaran
Selain CD interaktif, video termasuk
media yang dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas. Video bersifat
interaktif tutorial membimbing peserta didik untuk memahami sebuah materi
melalui visualisasi. Peserta didik dapat secara interaktif mengikuti kegiatan
praktik sesuai dengan yang diajarkan dalam video.
PEMANFAATAN
INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Perkembangan
teknologi informasi saat ini telah menjar dan memasuki setiap dimensi aspek
kehidupan manusia. Teknolgi informasi saat ini memainkan peran yang besar
didalam kegiatan bisnis, perubahan sturktur organisasi, dan mannajemen
organisasi. Dilain pihak, teknologi informasi juga memberikan peranan yang
besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu
institusi akademik. Mengutip apa yang dikatakan kadir (2003), secara garis
besar, teknologi informasi memiliki peranan :
1. dapat
menggantikan peran manusia, dalam hal ini dapat melakukan otomasi terhadap
tugas atau proses
2. memperkuat
peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas dan
proses
3. berperan dalam
restrukturissi terhadap peran manusia, dalam melakukan perubahan-perubahan
terhadap kumpulan tugas dan proses. Berdasarkan pemahaman diatas, maka
kehadiran teknologi informasi telah memberikan kekuatan dan merupakan potensi
besar jikalau dimanfaatkan dengan baik.
Mengacu pada
paparan diatas, tentunya peranan teknologi informasi terkhususnya internet
tidak dapat disangkal dan telah memberikan kontribusi yang besar. Roy suryo
(2005), telah memberikan gambaran kepada kita bagaimana teknologi informasi
telah memainkan peranan yang penting dalam suatu komunikasi informasi. Dimana
pada tahun 50-an media komunikasi yang dipakai adalah jam dan kura-kura, pada
tahun 50-an s.d 70-an, media yang dipergunakan adalah surat dan teleks, 70-an
s.d 90-an media yang dipergunakan adalah telephon dan faks, dan pada tahun
90-an sampai sekarang, maka media yang dipergunakan adalah ponsel (HP), PC
(komputer), dan internet.
Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan
data statistic Indonesia, terlihat bahwa terkhususnya di Indonesia, terdapat
11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau 5,2% dari total penduduk
Indonesia. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pertumbuhan pengguna
internet di seluruh Indonesia berkembangan sangat pesat dan sudah menjadi suatu
kebutuhan utama bagi setiap orang.
Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan
statistic dunia, pada saat ini, Indonesia masih memiliki prosentasi penduduk
yang cukup rendah dalam penggunaan internet. Hal ini disebabkan karena
keterbatasan sumberdaya yang ada dan ketersediaan perangkat pendukungnya. Guna
lebih rinci maka dapat dilihat dalam gambar dibawah ini.
Sumber : Suryo (2005)
Terkhusus untuk Negara-negara ASEAN,
Indonesia masih berada dibawah Singapura, Philiphina, Malaysia, dan Thailand.
Hal ini di sebabkan karena Indonesia merupakan Negara yang memiliki populasi
penduduk terbesar dan merupakan Negara kepulauan serta memiliki pendapatan
perkapita yang masih rendah.
Keuntungan dan Kerugian Internet
Berdasarkan
paparan diatas, terlihat bagi kita bahwa teknologi iformasi, khususnya internet
memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi pendidikan. Internet
memberikan kontribusi yang sangat besar didalam membantu setiap dimensi yang
ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Jaringan internet
merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet
merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh
dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi
dapat dipakai secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan, berkat
adanya jaringan internet, maka dapat membantu setiap penyedia jasa pendidikan
untuk selalu mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan
kebutuhan.
Pemanfaatan
internet pada saat ini masih berada pada level perguruan tinggi, dan itupun
belum merata. Sedangkan pada level SD sampai dengan SMU/SMK, pemanfaatan
internet masih sangat minim dan terbatas pada daerah perkotaan yang sudah
memiliki jaringan atau koneksi internet. Dilain pihak dalam dunia pendidikan,
diperhadapkan pada kendala bahwa metode pembelajaran konvensional yang
diterapkan saat ini sudah tidak memenuhi kebutuhan dunia pendidikan yang ada.
Asep Saepudin
(2003), menyatakan bahwa pada jenjang dan jalur pendidikan lain di mana proses
belajarnya relatif masih konvensional (tatap muka), yang sesungguhnya sudah
tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan untuk masyarakat yang semakin
kompleks, memerlukan inovasi dan media yang mampu menangulanginya. Penulis
berasumsi bahwa, dengan diselenggarakannya program pendidikan jarak jauh
seperti Program Belajar Paket A dan Paket B, SMP Terbuka yang didirikan pada
tahun 1979, Universitas Terbuka sejak tahun 1984, serta pendidikan guru
tertulis pada tahun 1955, dan program pendidikan dan pelatihan jarak jauh di
berbagai departemen (A.P. Hardhono, 1997), termasuk usaha menuntaskan program
Wajar 9 tahun dengan memakai sistem pendidikan jarak jauh, adalah fakta bahwa
pendidikan konvensional (tatap muka) tak mampu lagi memenuhi kebutuhan
pendidikan masyarakat hampir di semua jenis dan jenjang. Keterbatasan ini
dikarenakan oleh beberapa kendala, di antaranya. Pertama, kendala dari
pihak pemerintah yaitu terbatasnya dana untuk menambah lahan, gaji tenaga
pengajar, serta terbatasnya sumber daya manusia yang akan menjadi pengajar pada
institusi yang akan dibangun. Kedua, kendala dari pihak peserta belajar
(masyarakat) itu sendiri yaitu, selain jauhnya jarak tempat tinggal dengan
pusat sekolah, juga sebagian besar di antara mereka telah bekerja. Berdasarkan
pernyataan diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa metode yang ada saat ini
tidak lagi menjamin untuk menghasilkan kualitas sumberdaya manusia dalam dunia
pendidikan. Hal ini menyebabkan perkembangan pendidikan yang ada sat ini
cenderung tertinggal dibandingkan dengan Negara lainnya.
Guna
menjembatani ketimpangan dan kelemahan diatas, maka kehadiran teknologi informasi,
terkhususnya internet sangat penting dan mutlak dalam memenuhi kebutuhan dalam
dunia pendidikan. Oleh karena itu, Asep Saepudin (2005) menyatakan beberapa
manfaat kehadiran teknologi informasi terkhususnya internet: Pertama,
hampir dapat dipastikan bahwa setiap kantor telah memiliki dan menggunakan
komputer. Demikian juga pada setiap keluarga, terutama diperkotaan komputer
sudah menjadi fasilitas biasa dan dapat dioperasikan oleh hampir semua anggota
keluarga. Jumlah keluarga yang mempunyai komputer menunjukan peningkatan
sebagai hasil kemajuan dari perkembangan ekonomi. Ini berarti bahwa jumlah
masyarakat yang mempunyai akses terhadap komputer meningkat dari waktu ke
waktu. Oleh karena itu, program pendidikan berbasis komputer dapat dikembangkan
untuk kelompok (masyarakat) ini. Kedua, proses penyampain materi ajar
yang akan ditransformasikan kepada peserta belajar dapat lebih efektif dan
efisien, karena di Indonesia sudah banyaknya dibuat software pendidikan oleh
para pakar komputer, walaupun tergolong pada fase “early stage” dan bersifat
sporadis dan belum terkoordinir dengan baik. Saat ini sudah banyak software
pendidikan yang bermutu tinggi, namun biasanya software tersebut adalah buatan
luar negeri sehingga muncul kendala baru yaitu masalah bahasa inggris.
Beberapa contoh
software pendidikan yang dikenal diantaranya: computer assisted instruction
(CAI), yang umumnya software ini sangat baik untuk keperluan remedial.
intelligent computer assited instructional (ICAL), dapat digunakan untuk
material tau konsep. Computer assisted training (CAT), computer assisted design
(CAD), computer assisted media (CAM), dan lain-lain.
Berdasarkan
pemahaman diatas, nampaklah bagi kita bahwa kehadiran internet dalam dimensi
pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak, dan sudah merupakan kebutuhan.
Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu
dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih
kondusif dan interaktif. Dimana para peserta didik tidak lagi diperhadapkan
dengan situasi yang lebih konvensional, namun mereka akan sangat terbantu
dengan adanya metode pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek pemakaian
lingkungan sebagai sarana belajar. Oleh karena itu, Elangoan, 1999, Soekartawi,
2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997, dalam soekartawi (2003), menyatakan bahwa
internet pada dasarnya memberikan manfaat antara lain: 1) Tersedianya fasilitas
e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui
fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu
dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu. 2) Guru dan siswa
dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan
terjadual melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa
jauh bahan ajar dipelajari; 3) Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar
setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di
komputer. 4) Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan
bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih
mudah. 5) Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang
dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. 6) Berubahnya peran siswa dari yang
biasanya pasif menjadi aktif; 7) Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka
yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka
yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri,
dsb-nya.
Berdasarkan hal
tersebut, maka ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan internet sebagai
media pembelajaran dalam pendidikan:
1. Frekuensi tatap muka bukan lagi menjadi suatu
kebutuhan yang mutlak, namun hal ini busa diakali dengan penyediaan
bahan-bahan pengajaran yang dapat langsung diakses melalui interne
2. Para peserta didik dapat langsung mendapatkan
bahan-bahan yang selalu up- to date
3. Para peserta didik dapat memperkaya bahan-bahan
yang ada dengan melakukan pencaharian di internet.
Manfaat
internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Hal
ini sangat tergantung pada institusi pendidikan, apalagi jikalau metode ini
dipergunakan maka akan berimplikasi pada :
1.
ketersediaan
sarana pendukung yang harus menunjang
2.
ketersediaan
jaringan internet yang memadai
3.
serta perlu
pula didukung oleh tingkat kecepatan yang memadai.
Dilain pihak,
Bullen, (2001), Beam, (1997), dalam Soekartawi (2003), menyatakan bahwa
kelemahan penggunaan internet adalah :
1.
Kurangnya interaksi
antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi
ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar
2.
Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya
aspek bisnis/komersial
3.
Proses belajar
dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan;
4.
Berubahnya
peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini
juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT
5.
Siswa yang
tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
6.
Tidak semua
tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer)
7.
Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan
soal-soal internet; dan
8.
Kurangnya
penguasaan bahasa komputer.
Berdasarkan
pemahaman diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa internet pada dasarnya
memiliki peranan yangcukup besar dan sangat penting dalam pengembangan
pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan
sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan peserta didik
untuk beradaptasi dengan teknologi internet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar